Langsung ke konten utama

Wadah bekas es krim (22)

Wadah bekas es krim ini berguna banget untuk menyimpan kerang, batu serta benda-benda lain yang aku ambil dari pantai-pantai yang aku datangi kala ku bepergian untuk liburan. Aku memang suka mengumpulkan benda-benda itu untuk aku koleksi, rencananya kalau aku sudah berkeluarga aku akan membuatkan meja khusus untuk meletakkan benda-benda ini dan kuberi label batu-batu ini diambil dari pantai mana saja. Hobi mengoleksi benda-benda dari pantai ini merupakan hobi baruku sejak 3 tahun lalu. Sebelumnya ketika ku bepergian ke pantai aku tak ada pikiran untuk mengambil batu serta kerang-kerang itu, tapi entah kenapa sejak tahun 2010 kalau aku sedang jalan-jalan di pantai serta melihat kerang, batu yang bentuknya lucu dan warnanya menarik, aku tertarik mengambil serta mengumpulkannya. 

Koleksiku bertambah banyak ketika pada liburan Natal lalu aku dan keluarga besarku pulang ke kampung halamanku, Kupang, Nusa Tenggara  Timur. Kami jalan-jalan dan mengunjungi 7 pantai yang berbeda dalam waktu 2 mingguan. Kami mengunjungi Pantai Lasiana, Pantai Tablolong, Pantai Kolbano, Pantai Oetune, Pantai Nembrala, Pantai Oeseli, Pantai Tiang Bendera. Yang menarik dari Pantai Kolbano adalah pantai yang tidak ada pasir tetapi adanya batu-batu yang berwarna warni berbagai bentuk, unik bangetlah pantainya ditambah lagi dengan lautnya yang berwana biru jernih.

Pantai Kolbano, pantai paling selatan di NTT
Waktu yang ditempuh dari Kupang ke Pantai Kolbano kira-kira memakan waktu sekitar 4 jam. Kami mengetahui pantai ini pun karena kami pernah melihat di liputan TV. Jadi kami berjanji, kalau kami pulang kampung, agenda untuk ke Pantai Kolbano hukumnya wajib. Sesampai disana, ketika sodara-sodaraku sedang berfoto ria, aku malah sibuk mengumpulkan batu. Dan terpilihlah batu-batu ini untuk kubawa pulang ke Jawa.
Pemilihan batu-batu itu dibutuhkan waktu yang rada lama, apalagi aku orang selektif, aku tidak mau sembarangan membawa batu yang warna dan bentuknya tidak menarik. Singkat cerita, batu-batu itu pun sekarang tersimpan didalam wadah bekas es krimku itu. Aku memisahkan-misahkannya lagi berdasar bentuk serta warna dalam plastik tetapi tetap dalam satu tempat ya wadah bekas es krim itu.

Wadah bekas es krim itu ibarat ruangan hati, dan plastik-plastik itu adalah ruangan yang aku beli label kenangan. Kenangan bersama keluarga, sahabat, gebetan-gebetanku selama ini. "Ruangan" mereka boleh berbeda tetapi hatiku tetap satu. Aku tidak tahu apakah suatu saat akan mengganti wadah bekas es krim itu dengan wadah yang lebih besar atau aku akan menambahkan wadahnya lagi? Yah untuk sementara wadah ini saja sudah cukup menyimpan koleksi-koleksi kerang maupun batu-batu itu.

Postingan populer dari blog ini

Hati-hati Jatuh (Cinta)

Beberapa jam yang lalu aku baru saja mendengarkan radio yang memutar lagu-lagu baru dan lama. Ada 2 lagu baru yang baru pertama kali aku dengar, lagu yang satu dibawakan oleh Sherina Munaf dan Vidi Aldiano berjudul Apakah Ku Jatuh Cinta? Lagu ini pernah ditulis liriknya oleh temanku di blognya tetapi aku belum sempat mendowloadnya. Lagu yang lain berjudul Crazy oleh Andrew Gracia, jujur saja ketika mendengar lagunya aku langsung suka dengan liriknya meskipun aku tidak tahu judul lagu serta penyanyinya tetapi aku masih ingat sepenggal liriknya lalu aku mencarinya di google. Akhirnya aku pun mengetahui siapa penyanyinya serta mengingat kembali liriknya ya udah langsung aja aku mendowloadnya. Kedua lagu itu mempunyai kemiripan yakni tentang orang yang sedang jatuh cinta tetapi jatuh cintanya itu dipandang dari sisi yang berbeda. Berikut liriknya supaya kalian mengerti apa yang aku maksud.

Lirik Lagu Sherina feat Vidi Aldiano - Apakah Ku Jatuh Cinta.
Dia yang tak kusuka
Dia yang tak ku dug…

Aku Ingin Pulang

...Kemanapun aku pergi., bayang-bayangmu mengejar bersembunyi dimanapun s'lalu engkau temukan aku merasa letih dan ingin sendiri....

Sayup-sayup ku mendengar lagu Ebiet G.Ade mengalun ketika pintu bus tertutup yang  menandakan bus akan segera berangkat menuju tujuan. Beberapa menit kemudian aku merasakan roda bus mulai bergerak meninggalkan terminal. Aku pun lalu memasukkan buku novelku ke dalam tasku, karena bila kuteruskan membaca kepalaku akan pusing dan perutku akan terasa mual jadi daripada kejadian itu terjadi padaku lebih baik aku mengambil langkah teraman demi kenyamananku sendiri. Perjalananku masih panjang dan aku tidak mau kemabukan merusak perjalananku. Setelah memasukkan novelku ke dalam tas, aku pun memandangi jendela untuk menikmati pemandangan di luar, aku bersyukur bisa mendapat tempat dekat jendela sehingga aku bisa leluasa  memandang keluar. Tapi entah kenapa bayangan itu pun datang lagi, bayangan masa lalu bersamanya muncul seperti kilasan film dari pertama aku …