Langsung ke konten utama

Jam Meja Biru (19)

Jam meja berbentuk angka 1 ini (mirip kan angka 1?) aku dapat sebagai kenang-kenangan dari temanku SDku di wonogiri. Dia juga teman sekolah mingguku dulu, papa mamanya juga kenal baik papa mamaku juga. Bahkan adekku elmi juga mendapat jam seperti ini berwarna putih berangka 2 karena dia anak kedua. Jam ini sudah lama rusak 10 tahunan lebihlah, tapi malas aku ganti baterenya, karena lebih sering lihat jam di hape. Jam ini jadi pemanis di meja belajarku. Begitu banyak kenangan yang ada di jam ini tentang masa kecilku. Thx Agatha :)

Postingan populer dari blog ini

Hati-hati Jatuh (Cinta)

Beberapa jam yang lalu aku baru saja mendengarkan radio yang memutar lagu-lagu baru dan lama. Ada 2 lagu baru yang baru pertama kali aku dengar, lagu yang satu dibawakan oleh Sherina Munaf dan Vidi Aldiano berjudul Apakah Ku Jatuh Cinta? Lagu ini pernah ditulis liriknya oleh temanku di blognya tetapi aku belum sempat mendowloadnya. Lagu yang lain berjudul Crazy oleh Andrew Gracia, jujur saja ketika mendengar lagunya aku langsung suka dengan liriknya meskipun aku tidak tahu judul lagu serta penyanyinya tetapi aku masih ingat sepenggal liriknya lalu aku mencarinya di google. Akhirnya aku pun mengetahui siapa penyanyinya serta mengingat kembali liriknya ya udah langsung aja aku mendowloadnya. Kedua lagu itu mempunyai kemiripan yakni tentang orang yang sedang jatuh cinta tetapi jatuh cintanya itu dipandang dari sisi yang berbeda. Berikut liriknya supaya kalian mengerti apa yang aku maksud.

Lirik Lagu Sherina feat Vidi Aldiano - Apakah Ku Jatuh Cinta.
Dia yang tak kusuka
Dia yang tak ku dug…

Aku Ingin Pulang

...Kemanapun aku pergi., bayang-bayangmu mengejar bersembunyi dimanapun s'lalu engkau temukan aku merasa letih dan ingin sendiri....

Sayup-sayup ku mendengar lagu Ebiet G.Ade mengalun ketika pintu bus tertutup yang  menandakan bus akan segera berangkat menuju tujuan. Beberapa menit kemudian aku merasakan roda bus mulai bergerak meninggalkan terminal. Aku pun lalu memasukkan buku novelku ke dalam tasku, karena bila kuteruskan membaca kepalaku akan pusing dan perutku akan terasa mual jadi daripada kejadian itu terjadi padaku lebih baik aku mengambil langkah teraman demi kenyamananku sendiri. Perjalananku masih panjang dan aku tidak mau kemabukan merusak perjalananku. Setelah memasukkan novelku ke dalam tas, aku pun memandangi jendela untuk menikmati pemandangan di luar, aku bersyukur bisa mendapat tempat dekat jendela sehingga aku bisa leluasa  memandang keluar. Tapi entah kenapa bayangan itu pun datang lagi, bayangan masa lalu bersamanya muncul seperti kilasan film dari pertama aku …