Langsung ke konten utama

Kalung (17)

Kalung adalah assesoris wajib untuk kupakai kalau aku akan bepergian, dan benda ini selalu menarik perhatianku ketika aku sedang jalan-jalan di mall. Selalu saja ada alasan membeli benda ini, alasan aku gak punya kalung warna inilah, bentuknya lucu, harganya lumayan, bisa dicocokin sama baju ini dan itu.
Paling malas tuh kalo udah kebanyakan kalung ini, kadang "mereka" suka ruwet sendiri jadi aku harus menguraikan satu persatu, padahal aku sedang buru-buru ingin memakai salah satu dari kalung-kalung itu. Terakhinya malah gak jadi pake deh...
Entah sudah berapa kalung yang aku punya, baru nyadar aku belum pernah menghitungnya :)

Postingan populer dari blog ini

Hati-hati Jatuh (Cinta)

Beberapa jam yang lalu aku baru saja mendengarkan radio yang memutar lagu-lagu baru dan lama. Ada 2 lagu baru yang baru pertama kali aku dengar, lagu yang satu dibawakan oleh Sherina Munaf dan Vidi Aldiano berjudul Apakah Ku Jatuh Cinta? Lagu ini pernah ditulis liriknya oleh temanku di blognya tetapi aku belum sempat mendowloadnya. Lagu yang lain berjudul Crazy oleh Andrew Gracia, jujur saja ketika mendengar lagunya aku langsung suka dengan liriknya meskipun aku tidak tahu judul lagu serta penyanyinya tetapi aku masih ingat sepenggal liriknya lalu aku mencarinya di google. Akhirnya aku pun mengetahui siapa penyanyinya serta mengingat kembali liriknya ya udah langsung aja aku mendowloadnya. Kedua lagu itu mempunyai kemiripan yakni tentang orang yang sedang jatuh cinta tetapi jatuh cintanya itu dipandang dari sisi yang berbeda. Berikut liriknya supaya kalian mengerti apa yang aku maksud.

Lirik Lagu Sherina feat Vidi Aldiano - Apakah Ku Jatuh Cinta.
Dia yang tak kusuka
Dia yang tak ku dug…

Aku Ingin Pulang

...Kemanapun aku pergi., bayang-bayangmu mengejar bersembunyi dimanapun s'lalu engkau temukan aku merasa letih dan ingin sendiri....

Sayup-sayup ku mendengar lagu Ebiet G.Ade mengalun ketika pintu bus tertutup yang  menandakan bus akan segera berangkat menuju tujuan. Beberapa menit kemudian aku merasakan roda bus mulai bergerak meninggalkan terminal. Aku pun lalu memasukkan buku novelku ke dalam tasku, karena bila kuteruskan membaca kepalaku akan pusing dan perutku akan terasa mual jadi daripada kejadian itu terjadi padaku lebih baik aku mengambil langkah teraman demi kenyamananku sendiri. Perjalananku masih panjang dan aku tidak mau kemabukan merusak perjalananku. Setelah memasukkan novelku ke dalam tas, aku pun memandangi jendela untuk menikmati pemandangan di luar, aku bersyukur bisa mendapat tempat dekat jendela sehingga aku bisa leluasa  memandang keluar. Tapi entah kenapa bayangan itu pun datang lagi, bayangan masa lalu bersamanya muncul seperti kilasan film dari pertama aku …