Langsung ke konten utama

Create your own style (3)



Sudah beberapa kali aku mendapat pertanyaan yang sama dari teman-temanku mengenai gimana sih caranya nulis yang bagus?
Mendapat pertanyaan seperti itu aku pun juga bingung menjawabnya karena aku merasa aku bukan orang yang tepat untuk ditanyakan pertanyaan seperti itu. Aku bukanlah penulis hebat sekelas Dewi Lestari, Clara Ng, Ika Natassa, dan penulis-penulis lain yang belum sempat aku sebutkan, dimana mereka telah mengeluarkan banyak karya yang telah dinikmati jutaan pembaca. Aku hanyalah seorang blogger yang bahkan ide untuk mengeluarkan buku sendiri aja masih dalam wacana yang belum tercapai.

Namun karena pertanyaan itu musti kujawab, maka aku hanya saranin untuk tulislah lebih banyak.

 Alasan aku menjawab seperti itu karena dengan banyak menulis kita jadi terlatih untuk mengembangkan ide-ide kreatif kita. Awalnya memang kita merasa tidak percaya diri dengan tulisan kita tapi yakinlah semakin banyak kita menulis, seiring dengan waktu kita jadi menemukan gaya menulis kita sendiri. 
Kita tak perlu membandingkan tulisan kita dengan orang lain, karena masing-masing orang punya ciri khasnya. 

Terinspirasi dari tulisan orang lain sih sah-sah saja tapi jangan menyontek 100 %.

Nah untuk menambah bahan ide cerita kita, kita wajib rajin membaca buku, berdiskusi dengan orang lain, peka dengan keadaan sekitar, dan terpenting belajar menjadi pendengar yang baik.

Fyi, menjadi pendengar yang baik adalah salah satu caraku untuk mengembangkan ide-ideku ketika sedang mengalami kebuntuan dan itulah rahasiaku kenapa tulisan-tulisanku seolah nyata. Ya itu karena aku sering mencomot sedikit-sedikit pengalaman nyata dari orang-orang yang sering curhat maupun curcol ke aku mengenai kehidupan mereka. Dari cerita-cerita mereka, aku mengumpulkannya dan aku balut dengan sedikit bumbu cerita fiksi dan jadilah 1 cerita cerpen maupun cerbung.


Ngomong-ngomong tentang cerita fiksiku, aku pernah mendapat comment menarik dari salah satu temanku, dia bilang kalo dia suka ma tulisanku karena ceritaku seperti kisah nyata namun dibalut dengan bumbu-bumbu jadi kayak cerita novel. Membaca comment tersebut aku jadi terharu dan senang juga karena aku telah menemukan ciri khas dalam penulisanku.



Lalu bagaimana denganmu? Sudahkah kau menemukannnya?
Kalau sudah pertahankanlah, teruslah membaca dan bila belum teruslah menulis kawan...


so keep writing yaa...and create ur own style....:)

Postingan populer dari blog ini

Apalah Arti Menunggu by Raisa (11)

(PENTING!!: Cerita ini terinspirasi dari judul lagu di  album pertama penyanyi perempuan yang memilih berkarir pada jenis musik blues, jazz,soul yang  bernama lengkap Raisa Andriana. Nama albumnya diambil dari namanya sendiri RAISA, aku sengaja mengambil judul lagunya secara random  agar sesuai dengan alur cerita yang dibuat. Akan ada 9 sembilan cerita sesuai 9 track lagu di album pertama, tetapi semua cerita aku buat berkaitan satu dengan yang lain. Semua ide cerita berasal dari pemikiranku sendiri dan cerita ini  90 % fiktif) 
-Cerita ke 6-

cerita sebelumnya bisa dibaca disini http://ubieeva.blogspot.com/2013/08/pergilah-by-raisa-10.html

 22 Januari 2014

Semingguan pertama aku dan Ray masih saling berkomunikasi, aku mengabarkan kalau aku akan ujian minggu depan, dan aku harap dia bisa datang menemaniku untuk ujian, ya meskipun kami sedang masa-masa instropeksi diri tetap saja status kami masih berpacaran, jadi aku berharap dia dapat menemaniku disaat-saat moment pentingku. Saya…

FLIRTATIONSHIP (27)

Gambar diatas adalah status dari temanku yang kubaca di Path dan ternyata dia share juga di FB :).  Ketika membaca statusnya waktu itu aku seperti tergelitik dan senyum-senyum sendiri, pinter juga dia bikin definisi tentang status pasangan yang hubungannya complicated.


"FLIRTATIONSHIP is more than a friendship, less than a relationship"

Definisi yang dia buat ini berdasarkan pengalaman dari teman-teman bahkan kenalannya, yah bisa dilihat dari foto diatas. Menanggapi status temanku ini, aku jadi teringat dari cerita-cerita temanku juga yang mungkin dulu atau sekarang lagi jadi korban PHP (Pemberi Harapan Palsu) dari seseorang. Kemana-mana selalu bareng tak terpisahkan, kalo yang cewe/cowo lagi pergi sama temen yang lain, eh satunya cemburu, padahal gak ada alasan untuk dia cemburu, lha emang gak ada statusnya koq. Mau dibilang mereka sahabat tapi koq melewati batas sahabatan? kalo dibilang pacaran..eemm..belum juga, bingung kan??
Ciri utama pasangan yang menjalani hubungan F…