Postingan

Sweet Story

Entah pikiran darimana  aku bisa memulai kembali membangun hubunganku dengannya. Hubungan yang dahulunya diwarnai dengan kecurigaan, pengkhianatan, kecemburuan dan berakhir dengan kepahitan. Aku hanya merasa pada malam itu aku menginginkan seseorang yang bisa mengangkat teleponku, seseorang yang aku rasa ia tak perlu melihat jam untuk berbicara denganku, seseorang yang mampu menjawab segala pertanyaanku, seseorang yang dapat menenangkanku. Dan semua itu hanya dapat dilakukan olehnya, bukan oleh orang lain. Diawali dengan pesan singkat di WhatsApp dan aku pun menelponnya “Halo selamat malam”  Aku sedikit ragu untuk menelponnya pada jam  10 malam. “Ya Fris…malam juga…” mendengar suaranya lagi aku mulai merasa tenang, dan aku mulai berbasa basi sedikit menanyakan kabar. “Pa kabar Di?” “Baik…kamu?” “Iya aku juga baik..” “Di tolongin dong, puyeng ni…” suara manjaku yang selalu menjadi senjata utamaku dulu ketika ku masih bersamanya kukeluarkan lagi demi mendapat...

Bitter Story (2)

“Gimana rasanya?” tanyanya menunggu jawabanku ketika aku meneguk kopi hitam yang ia sediakan untukku. Melihat wajahnya yang menyiratkan harapan aku tak tega untuk menyampaikan bahwa kopi yang ia buatkan belum sesuai keinginanku. “Enak koq..pas bangetlah..makasih yah sayang…” Ia pun tersenyum bahagia. “Iyaa..Aku siap-siap dulu yaa nanti kita terlambat..” Bergegas ia memasuki kamarnya meninggalkanku untuk menyiapkan diri datang ke pesta pernikahan Keiro sahabatku. Ketika ia memasuki kamar, aku pelan-pelan berjalan kearah dapur untuk membuang kopi yang ia buatkan dan segera mencuci cangkirnya. “Sayang…kamu dimana? Aku dah siap nih…” Mendengar suaranya aku pun menghampirinya. “Loh kamu dah selesai minum kopinya? Cepet banget?” “Iya..kan kita mau pergi..kalo minum kelamaan nanti aku jadi malas pergi..yah udah kita pergi sekarang aja..ntar macet…” aku pun menggandeng tangannya sebelum ia mencurigaiku. Sesampainya di tempat pesta ketika kami sudah sel...

My Home is Your Back

Tak ada yang lebih menyenangkan bila kita pulang dari perjalanan panjang yang melelahkan lalu ada seseorang yang menjemput dan menyambut kita dengan wajah yang menyimpan rindu. Dan itulah yang terjadi padaku sekarang. Sejauh apapun aku pergi dan melangkah bahkan seringkali aku tersesat dalam perjalananku lagi-lagi aku kembali pada punggungnya. Punggungnya bagaikan benteng perlindungan dan memberi ketenangan. Setiap kali aku pulang, hal yang paling kurindukan adalah mencium aroma tubuhnya dari punggungnya. Aneh bukan? Tapi itulah kenyataannya dan aku juga bingung untuk menjelaskan kepada kalian apa yang terjadi padaku. Terkadang saking gemasnya dan rasa rindu yang meluap, setiap kali kami bersama, aku sesekali mencium punggungnya. Dia juga tak pernah menanyakan padaku kenapa aku sering melakukannya, padahal diantara kami tak ada hubungan yang spesial. Yah memang tak ada. Aku dan dia sadar bahwa kami tak bisa bersama namun anehnya kami menikmati hubungan tak ...

Bitter Story

Seharusnya aku sudah tahu dari awal kalo kisah ini akan berakhir seperti ini semenjak aku mendengar nama wanita itu. Nama wanita yang selalu disebut dan mendapat pujian dari Priaku ketika kami sedang berbicara di telpon   atau saat kami bertemu membahas pekerjaan kami. Aku pernah beberapa kali bertemu dengannya jika aku sedang   berkunjung ke kantor Priaku. Sesekali aku mengajak mengobrol dengannya, harus kuakui wanita itu mempunyai kepribadian yang menarik dan menyenangkan. Tak heran bila Priaku menaruh kepercayaan lebih padanya dibandingkan pegawainya yang lain. Awalnya aku tak menaruh curiga pada hubungan kerja antara Priaku dan wanita itu, karena sedari awal kami membangun hubungan, kami membangunnya atas dasar kepercayaan. Jika tak ada kepercayaan maka mustahil kami bisa merayakan first anniversary kami, apalagi kami jarang bertemu karena lokasi tempat tinggal dan lokasi pekerjaan kami yang berjauhan. Namun lama-lama firasatku terusik ketika suda...

Rutinitas

Pernahkah   kau terjebak dalam rutinitas yang sama? Kegiatan yang dilakukan secara berulang-ulang dan terus menerus dalam jangka waktu yang lama hingga membentuk suatu kebiasaan yang sulit kau ubah. Rutinitas sesederhana bangun pagi, mengecek hp sekedar melihat jam, berdoa, menyalakan paket data untuk mengetahui notification dari media sosial, membersihkan kamar lalu bersiap-siap mandi untuk pergi ke kantor. Sore harinya kembali ke rumah, menyiapkan air hangat dan makan malam dengan makanan yang telah dibeli dalam perjalanan ke kantor. Dan ketika weekend   kau berada di kamar seharian menikmati serial drama Korea. Seringkali kau bosan dengan rutinitas ini tapi sulit bagimu untuk mengubahnya bahkan   sudah menjadi kebiasaan yang sudah kau hapal ritmenya. Begitu pula dengan hal jatuh cinta, bagiku proses   merasakan indahnya Jatuh Cinta hingga sakitnya Patah Hati mempunyai pola yang sama. Kejadian berulang-ulang yang terjadi terus menerus...