Postingan

MENANTI (Chapter 4)

Chapter 4 Dalam Ingatan “..Kau cintaku meski aku bukan di benakmu lagi dan kuberuntung sempat memilikimu…” (Sempat Memiliki, Yovie and Nuno) Jakarta, 27 Februari   2014 Hai sayang..apa kabarmu disana? Empat tahun sudah aku merayakan ulang tahunmu tanpa kehadiranmu disini. Dan empat tahun juga aku belum dapat membuka hatiku untuk orang lain. Bukannya aku tidak mau mencoba untuk membuka hatiku tapi jujur saja hanya dirimu yang masih melekat didalam ingatanku sayang dan aku tidak tahu akan bertahan sampai kapan, jika waktu itu telah tiba dan telah ada seseorang dalam hidupku, aku ingin kau tahu sayang dirimu tetap tak tergantikan. Happy Birthday dear Laras………….. Tok..tok… “Masuk aja Yo..”   Jawabku sambil pura-pura sibuk membersihkan laci mejaku. Dan masuklah Aryo sahabat dan juga partner kerjaku selama 3 tahun di kantor Law Firm ini. “Koq lo tau gw yang ngetok pintu?” “Ya taulah lo kan Aryo Dirgantoro sahabat dan partner kerja gw selama 3 tahun ini.....

MENANTI (Chapter 3)

Chapter 3 Mengingatmu (Selalu) “..Kini tak ada terdengar kabar dari dirimu..kini kau telah menghilang jauh dari diriku..” (Tak Pernah Padam, Sandy Sandoro) Jakarta, 14 Februari 2014 TransJakarta 17.30 WIB Hari ini pasti dan sepertinya bukan pastinya lagi tapi sudah menjadi kebiasaan orang-orang hampir seluruh dunia untuk merayakan hari ini, hari yang biasa mereka sebut Hari Kasih Sayang. Hari yang diagung-agungkan oleh sebagian besar pasangan kekasih untuk merayakan kasih sayang mereka. Mereka saling berbagi cokelat dan bunga, mengucapkan kata-kata cinta yang mungkin di hari biasanya mereka tidak melakukan hal itu. Sebenarnya dari sudut pandangku merayakan hari Kasih Sayang   itu wajar-wajar asal tidak dilakukan secara berlebihan, toh tidak hanya hari ini saja kan kita mengungkapkan kasih sayang kita kepada orang yang kita sayangi? Dan ungkapan kasih sayang tidak hanya ditujukan kepada pasangan saja tetapi bisa dilakukan kepada orang tua, saudara, sahabat. Jadi...

MENANTI (Chapter 2)

Chapter 2 KEPERGIANMU “…Seandainya kau tahu..ku tak ingin kau pergi, meninggalkan sendiri bayanganmu..” (Seandainya, Vierra) Semarang, 10 Oktober 2010 Kecupan hangat mendarat di pipiku dan menyadarkan dari tidurku. Sistem indera penciumanku pun sepertinya langsung bekerja dengan cepat, menangkap aroma wewangian wood yang aku suka dari pria yang sangat kucintai selama 3 tahun ini. “hmm aku masih ngantuk..1 jam lagi yaa kamu kesini…” aku pun mencoba menarik selimutku kembali” “Ayolah sayang bangun..udah jam berapa ini..kamu bilang mau temani aku seharian ini, kalo gak aku………………..” “hahaha…iya iya ampun..geli tahu…” “makanya cepetan bangun..” “hahah iya bawel..udah ah keluar sana..dasar gak sopan masuk kamar sembarangan…! Mamiii…mamiii…pasti mami.. yang suruh Angga masuk…! “haduh apa sih kalian berisik pagi-pagi…Mami emang suruh Angga bangunin kamu..mami udah nyerah bangunin kamu dari tadi..udah cepetan mandi sana..gak malu sama Angga….” “Iyaaa..udah ah kelu...