Postingan

MENANTI (Chapter 3)

Chapter 3 Mengingatmu (Selalu) “..Kini tak ada terdengar kabar dari dirimu..kini kau telah menghilang jauh dari diriku..” (Tak Pernah Padam, Sandy Sandoro) Jakarta, 14 Februari 2014 TransJakarta 17.30 WIB Hari ini pasti dan sepertinya bukan pastinya lagi tapi sudah menjadi kebiasaan orang-orang hampir seluruh dunia untuk merayakan hari ini, hari yang biasa mereka sebut Hari Kasih Sayang. Hari yang diagung-agungkan oleh sebagian besar pasangan kekasih untuk merayakan kasih sayang mereka. Mereka saling berbagi cokelat dan bunga, mengucapkan kata-kata cinta yang mungkin di hari biasanya mereka tidak melakukan hal itu. Sebenarnya dari sudut pandangku merayakan hari Kasih Sayang   itu wajar-wajar asal tidak dilakukan secara berlebihan, toh tidak hanya hari ini saja kan kita mengungkapkan kasih sayang kita kepada orang yang kita sayangi? Dan ungkapan kasih sayang tidak hanya ditujukan kepada pasangan saja tetapi bisa dilakukan kepada orang tua, saudara, sahabat. Jadi...

MENANTI (Chapter 2)

Chapter 2 KEPERGIANMU “…Seandainya kau tahu..ku tak ingin kau pergi, meninggalkan sendiri bayanganmu..” (Seandainya, Vierra) Semarang, 10 Oktober 2010 Kecupan hangat mendarat di pipiku dan menyadarkan dari tidurku. Sistem indera penciumanku pun sepertinya langsung bekerja dengan cepat, menangkap aroma wewangian wood yang aku suka dari pria yang sangat kucintai selama 3 tahun ini. “hmm aku masih ngantuk..1 jam lagi yaa kamu kesini…” aku pun mencoba menarik selimutku kembali” “Ayolah sayang bangun..udah jam berapa ini..kamu bilang mau temani aku seharian ini, kalo gak aku………………..” “hahaha…iya iya ampun..geli tahu…” “makanya cepetan bangun..” “hahah iya bawel..udah ah keluar sana..dasar gak sopan masuk kamar sembarangan…! Mamiii…mamiii…pasti mami.. yang suruh Angga masuk…! “haduh apa sih kalian berisik pagi-pagi…Mami emang suruh Angga bangunin kamu..mami udah nyerah bangunin kamu dari tadi..udah cepetan mandi sana..gak malu sama Angga….” “Iyaaa..udah ah kelu...

MENANTI (Chapter 1)

Chapter 1 Bersamamu (Dulu) “…Bila kuingat senyum manismu, takkan habis waktu melamun..” (Bila Kuingat, Lingua) Solo, 8   Januari 2010 Hujan lagi-lagi membasahi kota dan memberikan sedikit hawa sejuk di kota yang terkenal dengan sebutan   The Spirit Of Java ini. Hujan ini pun seakan mengingatkanku ketika pertama kali aku bertemu denganmu dan karena hujan pula kita terpisah untuk selamanya. Sudah satu jam aku mengelilingi kota ini, dan akhirnya gereja inilah yang menjadi tempat perhentian terakhir. Gedung gereja yang seharusnya pada hari ini kita ada didalamnya mengikat janji dihadapan Tuhan dan jemaatNya   yang disaksikan   oleh keluarga, sanak saudara dan juga teman-teman kita. Aku membayangkan dirimu berjalan anggun bersama ayahmu dari depan gereja, lalu aku menyambutmu di altar gereja. Gaun berwarna putih tulang itu sudah kau rancang dari jauh-jauh hari   tampak pas di tubuhmu,   kau pernah mengatakan padaku bahwa gaun itu sudah k...