Postingan

Lagi-lagi tentang urusan Jodoh :)

Hai..haii…!   apa kabar kalian semua…udah lama nih rasanya tidak berbagi cerita dengan kalian semua. Kali ini aku sengaja gak posting cerita fiksi karna emang bahan ceritanya sedang dipersiapkan biar ceritanya lebih matang dan gak mengecewakan untuk dinikmati. Tapi untuk memuaskan rasa penasaran kalian tentang bahan cerita yang aku siapkan kalian bisa simak di catatan-catatan yang aku tulis di Note Facebook-ku karena kadang kala inspirasi datang disaat yang tak terduga dan note FB adalah media yang paling gampang untuk aku menuangkan “puzzle-puzzle” ceritaku yang akan aku tulis di blog. Berhubung aku juga lagi sibuk-sibuknya di kantor dan harus curi waktu untuk ngeblog makanya butuh waktu lama untuk menulis. Jadi bersabarlah untuk mendapatkan cerita seutuhnya. Nah sekarang aku ingin berbagi tentang pengalamanku di kantor berkaitan dengan orang-orang yang kepo banget dengan urusan pribadiku salah satunya tentang urusan Jodoh . Banyak banget pengalamanku yang membuat aku...

Kejutan Manis

“Halo...” “kamu dimana?” “masih di kantor ntar lagi mau lunch nih, kenapa?” “Aku juga mau lunch koq, makanya mau ngajak kamu, aku jemput sekarang ya...” “eh tapi..ya udah deh..aku udah siap..buruan ya...” “ok ” “siapa tuh Nda..? kayaknya ada yang gak bisa makan siang bareng kita deh”..ujar Regina sambil melirik penuh arti pada Manda dan teman-teman kantor yang sedang bersiap untuk pergi makan siang. “Gio ngajak makan siang bareng nih..sorry yaa gw gak bisa ikutan lunch bareng...” jawab Manda sambil merapikan dandanannya. “Oooooooooohhhhh..gak pa pa koq...” seperti paduan suara mereka pun serentak membalas jawaban Manda. “Oiya Nda...bukannya mau kepo nih tapi hubungan elo sama Gio udah sampe mana sih? Udah resmi gak nihhh...” tanya Regina. “Gak tau gw, ya gw jalanin aja sih..sejauh dia sopan, baik dan perhatian ma gw..ya gw mah fine-fine aja..lagian kita kan juga udah dewasa juga..jadi gw pikir kalau kita emang   jodoh..pasti ada jalannya...

Leburan Kenangan (terakhir)

Jangan berhenti mencintaiku , meski mentari berhenti bersinar Jangan berubah sedikitpun, d i dalam cintamu ku temukan bahagia (Jangan Berhenti Mencintaiku, Titi DJ)   Setelah tersenyum ia pun menghembuskan nafasnya, merapatkan jaket kulitnya lalu memandang ke arah  lautan. Kami sama-sama terdiam dalam lamunan kami masing-masing.  “Lupakan aku Lis..”  Tiba-tiba ia mengatakan sesuatu yang membuatku terkejut dengan perkataan yang ia katakan barusan. Apakah aku salah dengar? “hah? Kamu bilang apa tadi?” Aku ingin mendengar perkataannya sekali lagi. Dengan raut muka yang tenang, Ia pun menghadapkan wajahnya ke wajahku, memegang kedua pipiku dengan kedua tangannya, matanya yang teduh pun meneduhkanku dengan tatapannya.  Perasaanku pun bercampur aduk karena ia pernah melakukan hal yang sama kepadaku ketika kami bersama dulu. Waktu itu dia terlambat datang dari waktu janjian kami karena kesibukannya dan saat itu aku sedang kelaparan akut. H...