Postingan

Inilah Alasannya

Gambar
Inilah alasannya aku membuat blog ini. Semua cerita dan curhatanku yang aku tuliskan di blog ini mungkin takkan tersampaikan bila aku bercerita secara lisan kepada kalian.  Menulis bagiku bukan hanya sekedar hobi tetapi juga menjadi terapi sekaligus penyegaran bagiku. Ketika aku sedang sedih dan badmood menulis bisa jadi media aku untuk menangis serta membagikan bebanku. Menulis juga menjadi penyegaran bagiku ketika ku sedang lelah, selalu saja ada waktu untuk menulis, walaupun mungkin tulisanku hanya beberapa paragraf saja.  Seperti kutipan di blog ku  "I write to give myself strength. I write to be the characters that i'am not. I write to explore all the things I'm afraid of- Joss Whedon" Menulis memberiku kekuatan serta aku bebas menulis karakter-karakter fiktif dalam imajinasiku. Aku menulis kegelisahan-kegelisahanku yang mungkin bagi orang lain itu kejadian biasa saja tetapi mungkin bagiku malah bisa menjadi sebuah ide cerita. Aku pernah disindir tem...

Menikmati Senja

Gambar
Foto diatas adalah foto yang baru kuambil dari halaman kosku dan foto ini tanpa editan. Aku suka sekali dengan pemandangan sore seperti ini, ketika matahari perlahan-lahan mulai terbenam. Aku juga ingin suatu saat dapat mengabadikan moment matahari terbenam dari jalan yang biasa aku lewati setiap pulang kantor, tetapi entah kapan itu karena suasana jalan ramai sekali, dan aku juga mengandalkan mbak kosku untuk mengantarku pergi dan menjemputku menggunakan motor jadi sepertinya susah mengabadikan moment itu, dan sangaat berbahaya mengeluarkan hp untuk memotret yang adalah malah dijambret. Aku pun mempunyai impian ketika aku berumah tangga nanti aku ingin menikmati sore dengan orang yang sudah dipilih Tuhan untukku. Aku ingin kami mempunyai waktu saling berbagi cerita sambil minum secangkir teh /kopi (jadi ingat iklan teh......:) di teras rumah. Menikmati senja bersama orang terkasih memang sangat menyenangkan, entah kapan itu terjadi tapi aku yakin saatnya akan datang :) I...

Mimpi

Sudah lama mimpi itu tidak hadir lagi.. Apa karena aku berusaha mengikhlaskannya? Apakah aku sudah berdamai dengan hatiku? Aku tak tahu yang pasti biarlah waktu yang menjawabnya..:) Selamat malam

Proses Peremukan

Sejujurnya aku sedang capek sekali hari ini, ingin rasanya segera tidur, tetapi setelah mencuci muka, menyikat gigi, aku merasa segar kembali dan aku pun harus bertanggung jawab untuk tantangan yang telah kubuat yakni menulis setiap hari. Masak hanya karena aku capek aku melewatkan 1 tulisan hari ini? Maka dari itu aku memilih judul Proses Peremukan. Judul tersebut aku ambil dari judul renungan harian di buku Suluh Iman pada hari senin lalu. Sengaja aku ambil judul renungan tersebut karena isi renungan tersebut sangat menggambarkan keadaanku saat ini dan mungkin bagi kamu yang sedang membaca postingan ini, aku harap kalian juga dapat mengamati baik-baik tulisanku hari ini dan semoga bisa menjadi inspirasi serta semangat dalam menjalani proses hidup. Nats yang diambil pada renungan tanggal 7 Oktober 2013 lalu diambil dari Ulangan 32:39 yang berbunyi demikian : Lihatlah sekarang, bahwa Aku, Akulah Dia. Tidak ada Allah kecuali Aku. Akulah yang mematikan dan yang menghidupkan, Aku t...

Kantor Impian :)

Hai..hai kali ini aku mau membagi impianku bersama kalian. Ini adalah impian yang baru saja aku impikan ketika aku mulai bekerja di kantor Notaris. Sebelumnya pun aku sudah pernah ke beberapa kantor Notaris untuk mengurus surat-surat keanggotaanku sebagai Anggota Luar Biasa pada Ikatan Notaris Indonesia. Melihat keadaan kantor-kantor Notaris yang aku datangi, aku pun mempunyai impian bila aku sudah mendapat ijin membuka kantor pada beberapa tahun kedepan aku ingin kantorku seperti ini dan itu. Aku juga mulai memikirkan apa yang akan aku lakukan bila aku sudah mempunyai karyawanku sendiri. Inilah impian-impianku :). Kantorku nanti akan kubuat 1 lantai saja, tapi luas. Akan ada beberapa ruangan untuk menyimpan lemari-lemari aktaku.  Cat temboknya berwarna putih jadi netral dan terkesan luas. Akan ada ruangan depan untuk menerima para penghadap, akan kusediakan beberapa sofa dan kursi juga TV serta beberapa koran dan majalah agar mereka tidak bosan menunggu. (Ceritanya dapat kl...

Surat Untuk Kamu :)

Hai kamu...pria yang telah kutemui disaat sekarang :)  Entah kamu pria yang telah lama kukenal atau kamu adalah pria yang baru dipertemukan denganku disaat sekarang, yang pasti aku sudah menantimu di ujung jalan itu sejak lama. Jangan kaget ya kalo aku bilang aku menulis surat ini jauh disaat kita belum bertemu. Dan ketika ku memberimu surat ini, atau mungkin ku kirim email ini ke emailmu berarti aku sudah benar-benar menjatuhkan hatiku padamu. :) Melalui surat ini, aku ingin mengatakan kalau aku beruntung bisa bertemu pria sepertimu dan aku yakin Tuhan mempertemukan kita disaat yang tepat. Tapi ada sesuatu hal yang ingin kuberitahu padamu dan ini murni dari hatiku. Aku tidak bisa berjanji kalau aku akan memberikan hatiku seutuhnya padamu karena kita menyadari kita adalah sama-sama manusia yang terbatas.Mungkin suatu saat kita akan bertengkar dan mengeluarkan kata-kata yang tidak seharusnya kita keluarkan. Kita sakit hati dan kecewa. Hati kita hancur. Lalu apa jadinya kalau a...

Pertemuan Singkat di Hari Minggu

"Wan..kamu gak gereja??" Tanya ibuku dari kamarnya yang bersebelahan dengan kamarku. Kamarku dan ibuku memang berdekatan karena hanya dipisahkan bilik tipis dari  tripleks. "Enggak bu, ntar sore aja..aku mau jualan dulu, ibu istirahat aja" Aku pun bersiap-siap mempersiapkan jualanku di gerobak yang biasa digunakan ibuku berjualan. "Duh biar ibu aja yang jualan, kamu besok kan mau ke Jakarta? siapin diri kamu biar besok bisa lulus kerja, ibu udah gak apa-apa. "Enggak bu, ibu istirahat saja..Ridwan sudah persiapkan semuanya koq.  Ridwan berangkat dulu bu, sebentar lagi sudah mau jam pulang gereja jadi semoga jualan hari ini laku ya bu" "Iya amin..hati-hati ya Wan.." "Iya bu" ------------------------------------------------------- "loh Wan..ibumu mana? koq kamu yang jualan?" tanya pak Kabul, penjual yang berjualan rujak asin yang nasibnya sama dengan ibu dan aku. Kami bertetangga dan tempat jualan kami pun ber...