MENANTI (Chapter 9)
Chapter 9 Kita Jatuh Cinta “ Dia bukakan pintu hatiku yang lama tak bisa percaya kan cinta hingga dia disini memberi cintaku harapan” (Dia, Maliq & D’Essentials) Jakarta,5 Juli 2014 Sudah lama rasanya aku tak mendengar suara gelak tawa anak-anak disini dan bagaimana bersemangatnya mereka menjawab semua pertanyaan yang aku berikan kepada mereka, bahkan saking kangennya mereka padaku, mereka menahanku untuk tidak pulang cepat padahal jadwal mengajarku sudah selesai dari 2 jam lalu. “Gimana rasanya ketemu mereka lagi?” Rey menghampiriku ketika ku sedang membereskan ruangan dan ia turut membantuku membersihkan ruangan mengajar kami. “Ya senenglah Rey..udah lama banget ya gw gak kesini..” sahutku sambil memandangi ruangan yang beberapa jam lalu ramai dengan kehadiran anak-anak. “Ayu sampe gak mau pulang tuh tadi..katanya masih kangen sama lo..” “hahah..iya yaa..tapi kalo dia gak pulang, emaknya bakal nyariin dia..ntar kita lagi yang dicariin....