Postingan

MENANTI (Chapter 9)

Chapter 9 Kita Jatuh Cinta “ Dia bukakan pintu hatiku yang lama tak bisa percaya kan cinta hingga dia disini memberi cintaku harapan” (Dia, Maliq & D’Essentials) Jakarta,5 Juli 2014 Sudah lama rasanya aku tak mendengar suara gelak tawa anak-anak disini dan bagaimana bersemangatnya mereka menjawab semua pertanyaan yang aku berikan kepada mereka, bahkan saking kangennya mereka padaku, mereka menahanku untuk tidak pulang cepat padahal jadwal mengajarku sudah selesai dari 2 jam lalu. “Gimana rasanya ketemu mereka lagi?” Rey menghampiriku ketika ku sedang membereskan ruangan dan ia turut membantuku membersihkan ruangan mengajar kami. “Ya senenglah Rey..udah lama banget ya gw gak kesini..” sahutku sambil memandangi ruangan yang beberapa jam lalu ramai dengan kehadiran anak-anak. “Ayu sampe gak mau pulang tuh tadi..katanya masih kangen sama lo..”  “hahah..iya yaa..tapi kalo dia gak pulang, emaknya bakal nyariin   dia..ntar kita lagi yang dicariin....

MENANTI (Chapter 8)

Chapter 8 Dear Heart..I’m Ready.. “ It must be time to move on now, without the fear of how it might end” (Ready to Love Again, Lady Antabellum) Jakarta, 17 Maret 2014 Kinanthi                 Hari Senin pun kembali datang, dan tidak seperti senin-senin sebelumnya, dikala orang lain sedang mempersiapkan hari mereka untuk bekerja di gedung perkantoran, aku masih bersantai-santai waktu untuk tidur sampai siang karena jadwal mengajarku dan Rey di rumah belajar KAMI dimulai pada sore hari. Tetapi pada hari Senin ini, aku terkagum sendiri di depan cermin dengan penampilanku, kemeja   berwarna pink muda yang kupersiapkan dari minggu lalu, rok span berwarna abu-abu dipadu dengan high heelsku berwarna putih tulang menyempurnakan penampilanku hari ini. Tok..tok… “iya mi..masuk aja Anthi udah siap koq..” sekali lagi aku tersenyum-senyum sendiri di depan cermin melihat penampilanku yang ...